Merancang Design Thinking secara Tepat

HR Scientist & Practitioner
Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.
Reno Rafly
Pengajar
Mendapatkan Sertifikat
[gokenrolled_learndash] murid mengikuti kelas ini
9 Video (42m)
0 Materi PDF
Rp 75.000

Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.

Tentang Pelajaran Ini

Apa yang ada di pikiran ketika mendengar istilah design thinking? Apapun itu, design thinking sangat bermanfaat bagi semua bidang pekerjaan. Proses berpikir ini bisa membantu memecahkan masalah yang kompleks di lingkungan kerja, sekaligus melahirkan ide yang inovatif.

Definisi design thinking itu sendiri adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah dengan membingkai ulang masalah yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide dan pengujian.

Bagaimana cara menerapkan design thinking yang tepat? 

  1. Empathize

Langkah pertama adalah berempati terhadap customer atau orang-orang yang ingin kamu selesaikan masalahnya. Proses ini bisa dilakukan dengan langsung mewawancarai mereka. Tanyakan secara mendetail dan mendalam seputar kesulitan dan masalah yang dialami. Lihat permasalahan itu dari sudut pandang mereka dan coba bayangkan jika kamu menjadi mereka.

Proses ini harus menjawab siapa sebenarnya orang-orang yang memiliki masalah tersebut. Kenali mereka secara mendalam sampai dengan karakteristiknya. Pelajari apa sebenarnya masalah-masalah yang mereka hadapi.

  1. Define

Kumpulkan informasi mengenai masalah yang dihadapi golongan tersebut, mulailah untuk mendefinisikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan dari masalah itu. Dari banyaknya orang yang diwawancarai, perhatikan apa kesamaan dari apa yang mereka semua ungkapkan. Buat sebuah kesimpulan atau statement yang bisa merangkum apa sebenarnya masalah utama mereka.

  1. Ideate

Setelah merangkum masalah, fokus selanjutnya adalah melahirkan ide-ide yang bisa memecahkan masalah itu. Ide-ide yang dilahirkan sebaiknya unik dan jangan ragu untuk menggunakan imajinasi. Sebaiknya dimulai dengan membuat sketsa gambar mengenai solusi atau ide apapun yang muncul untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  1. Prototype

Setelah melahirkan banyak ide, kini giliran untuk menyaringnya. Lihat ide-ide mana yang cocok dengan situasi nyata kehidupan. Bisa juga mengkombinasikan ide baru dengan ide yang sudah pernah dirumuskan oleh orang lain sebelumnya. Anda juga bisa menggabungkan dua atau lebih ide yang telah dirumuskan dan buat solusi final beserta sketsanya. Setelahnya, buat prototype sederhana dari solusi atau ide inovatif tersebut. Prototype harus bisa digunakan atau dites.

  1. Test

Tahap terakhir adalah mengetes prototype yang sudah dibuat. Tes prototype itu kepada user atau customer yang sebelumnya sudah diinterview di tahap pertama. Perhatikan prototipe itu benar-benar berhasil memecahkan atau membantu masalah mereka. Jika ada kritik dan saran tentang prototype, dengarkan dan evaluasi untuk mencari solusi yang lebih baik. Lakukan terus hingga prototype benar-benar berhasil dan menyelesaikan masalah secara nyata.

Tertarik untuk mendalami design thinking lainnya? Caranya gampang. Kamu bisa ikutan kursus online untuk merancang design thinking secara tepat hanya di goKampus university. Kamu akan mendapatkan insight menarik dari pengajar yang berpengalaman selama 12 tahun dalam pengembangan organisasi dan Sumber Daya Manusia. Yuk ikutan!

Pelajaran Lainnya

Menu