How to Kickstart Your Career as UX Writer

Principal Product Copywriter di Kargo Technologies
Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.
Sonia Joshani Rahardja
Pengajar
Mendapatkan Sertifikat
[gokenrolled_learndash] murid mengikuti kelas ini
5 Video (2j 15m)
0 Materi PDF
Rp 99.000 Rp 149.000

Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.

Tentang Pelajaran Ini

“How to Kickstart Your Career as UX Writer” in collaboration with Glints

Karier UX writer saat ini sedang booming di era digital.Sebetulnya, apa itu UX writer? Apa saja tugas dan skill yang wajib dimiliki? Mengapa peran mereka banyak dibutuhkan saat ini?

UX sendiri singkatan dari user experience. Jadi, tujuan penulisan user experience (ux) adalah menghadirkan pengalaman positif bagi pengguna suatu produk. UX writer juga bertugas membuat UX copy pada produk digital seperti aplikasi, website, dan produk digital lainnya.

UX copy (teks) nantinya dapat membantu pengguna untuk mengeksplor produk dan berinteraksi dengan sistem. Teks ini harus sesuai dengan konteks dan prinsip dasar microcopy, yakni:

  1. Clear (jelas)
  2. Consistent (konsisten)
  3. Concise (ringkas)
  4. Functional (bermanfaat)

Hasil UX writing sendiri berupa teks yang ada pada menu, action button, error message, syarat & ketentuan, panduan penggunaan, dan instruksi pada sebuah aplikasi atau website.

Tugas Seorang UX Writer

Tanggung jawabnya tidak bisa dibilang mudah. Sebab, mereka perlu mencari diksi yang tepat untuk menavigasi dan mengajak pengguna tetap nyaman menggunakan produk yang ditawarkan. Apa saja tugas dan tanggung jawab UX writer?

  1. Melakukan Riset Dan Survei
    Pernah menggunakan sebuah aplikasi dan mengalami kesulitan saat mengoperasikannya? Biasanya, kamu akan cenderung.Setiap penulis UX perlu melakukan riset untuk mencegah terjadinya kesulitan saat mengoperasikan aplikasi yang membuat pengguna tidak mau menggunakan aplikasi itu lagi ke depannya. Seorang UX writer harus paham konteks setiap flow screen yang akan dikerjakan, mencari tahu yang menjadi trigger user, mengerti alur aplikasi, dan tujuan bisnisnya seperti apa.
  1. Menulis Microcopy Sesuai Guideline
    Jika menulis copywriter singkat, tulisan UX lebih singkat lagi. Sebutannya adalah microcopy. Menulisnya pun tidak bisa asal-asalan, ada konteks yang harus dipahami dan sesuai dengan brand guidelines. Penulis UX harus mampu membuat teks yang intuitif, sesuai dengan brand voice, dan mudah dipahami oleh siapapun termasuk orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sehingga pengguna merasa bahwa aplikasi atau website adalah teman, bukan mesin.
  1. Berkolaborasi Dengan Tim
    UX writer tidak dapat bekerja sendiri. Mereka harus mempelajari latar belakang, fungsi, serta target pengguna produk. Saat melakukan tugasnya, mereka akan berkolaborasi dengan UI UX designer, user researcher, developer, product owner, dan sebagainya. Dengan begitu, penulis bisa menyampaikan kendala yang dialami. Tahap kolaborasi juga penting dilakukan bagi penulis untuk menilai copy yang sudah dibuat dari perspektif orang lain, apakah pesan sudah berhasil tersampaikan atau belum.

Kamu tertarik belajar menjadi seorang UX writer? Kamu bisa mengikuti kelas online di goKampus university. Di kelas ini, kamu akan memahami peran dan tanggung jawab UX Writer, proses bagaimana UX Writer bekerja di sebuah perusahaan, bagaimana UX Writer mengukur kinerja atau kesuksesan, dan belajar dari praktisi terbaik dari seorang senior UX writer di sebuah perusahaan startup technology, Sonia Rahardja! Yuk, daftar sekarang dan ambil kesempatannya.

Pelajaran Lainnya

Menu