Cash Flow & Financial Planning

Accounting & Management Practitioner
Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.
Michael Hidayat, S.E., M.M., CPMP., CSEM.
Pengajar
Mendapatkan Sertifikat
[gokenrolled_learndash] murid mengikuti kelas ini
4 Video (1j 1m)
4 Materi PDF
Rp 149.000 Rp 599.000

Promo 12.12 Harbolnas goKampus University
Diskon sampai 50% (max. Rp150ribu). Berlaku sampai 31 Desember 2021. Kupon tidak bisa digabung dengan kupon lain.

Tentang Pelajaran Ini

Dalam membuat laporan akuntansi, istilah cash flow pasti tidak asing. Secara umum, cash flow adalah upaya mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Pencatatannya pun merupakan komponen penting dalam bisnis perusahaan, termasuk pengaturan pemasukan dan pengeluaran pribadi.

Menurut situs Harvard Business School, cash flow adalah saldo bersih uang tunai yang masuk dan keluar pada periode tertentu. Di sini cash flow bisa positif atau negatif. Jika perusahaan memiliki lebih banyak uang yang masuk daripada keluar, arus kas tersebut positif. Sedangkan, jika perusahaan memiliki lebih banyak uang yang keluar daripada masuk ke dalamnya, artinya arus kas negatif.

Jenis Cash Flow

  1. Cash Flow Operasi

Cara ini melihat pada kas bersih yang dihasilkan dari operasi bisnis normal perusahaan. Dalam perusahaan yang tumbuh dan berkembang secara aktif, arus kas positif diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis.

  1. Cash Flow Investasi

Cara ini melihat pada kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas terkait investasi perusahaan, seperti investasi dalam sekuritas, pembelian aset fisik seperti peralatan atau properti, atau penjualan aset. Di perusahaan sehat yang aktif berinvestasi dalam bisnis, angka ini sering mendapatkan tren negatif 

  1. Cash Flow Pembiayaan

Cara terakhir ini mengacu pada pergerakan kas antara perusahaan dan investor, pemilik, atau krediturnya. Sebab, ini adalah kas bersih yang dihasilkan untuk membiayai perusahaan dan mungkin termasuk pembayaran utang, ekuitas, dan dividen.

Selain itu, dalam membuat arus kas, ada dua metode yang dapat digunakan, antara lain:

  • Metode langsung

Cara ini adalah membuat laporan arus kas dengan mengelompokkan kegiatan operasi ke dalam berbagai kategori. Misalnya menggolongkan aktivitas operasional berdasarkan jenis beban seperti beban utang dan bunga, beban penyusutan, beban sewa, beban gaji, dan sebagainya

  • Metode Tidak Langsung

Cara ini adalah memusatkan perhatian pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi.

Masih penasaran dan ingin mengenal cash flow lebih jauh? Yuk, ikutan kelas pelatihannya di goKampus university. Di kelas “Cash Flow & Financial Planning”, Anda mendapatkan pelatihan dari pengajar berpengalaman di dunia keuangan lebih dari 10 tahun. 

  • Fungsi dan tujuan pembuatan cash budgeting,
  • Fungsi perencanaan pendanaan dalam perusahaan,
  • Fungsi dan tujuan pembuatan cash receipt,
  • Cara membuat laporan cash receipt,
  • Fungsi dan tujuan pembuatan cash disbursement,
  • Cara membuat laporan cash disbursement, dan
  • Fungsi dan tujuan pembuatan financial planning.

Kelas akan dibagi dalam 4 sesi pembelajaran dan Anda perlu mengikuti sesi-sesi tersebut sesuai urutan yang telah ditentukan. Di akhir sesi, ada kuis untuk menguji pemahaman Anda. Jika gagal dalam kuis, Anda bisa mengulangnya kembali. Segera daftarkan diri Anda.

Pelajaran Lainnya

Menu